HARGA JUAL TIKAR LAMPIT ROTAN DI BOGOR

 

JUAL TIKAR LAMPIT ROTAN DI BOGOR

9960952bad5caf40630f0f45d23bd4a8_lampitruangan_220113070136_ll-jpg

HARGA: JUAL TIKAR LAMPIT ROTAN SABURINA
___________________________________________________
Ukuran sajadah solat : Harga Rp 110.000,-
100 X 200 cm (Berat 2 Kg) Harga Rp 210.000,-
140 X 200 cm (Berat 3 Kg) Harga Rp 250.000,-
176 X 200 cm (Berat 5 Kg) Harga Rp 290.000,-
176 X 250 cm (Berat 5 Kg) Harga Rp 320.000,-
200 X 200 cm (Berat 6 Kg) Harga Rp 310.000,-
200 X 250 cm (Berat 6 Kg) Harga Rp 350.000,-
200 X 300 cm (Berat 6 Kg) Harga Rp 390.000,-
___________________________________________________
Catatan :
* Barang DIKIRIM LANGSUNG dari DKI jakarta – jakarta timur, rawamangun.
* Untuk wilayah jabodetabek bisa menggunakan gojek / COD ongkir ditanggung buyer.
* Untuk kota lainnya, info biaya pengiriman bisa hubungi kami.

Hubungi kami
Mustika Jaya Rotan
Website : http://www.mustikarotan.com
Call :0857.1119.0250
Jazaakumullahu khairan katshiraa

cari JUAL TIKAR LAMPIT ROTAN SABURINA

 

Bisnis Furniture Rotan Beromset Milyaran

Seiring perkembangkan yang ada di Indonesia, bisnis pun juga mengikuti perkembangannya guna untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi dari bisnis yang dijalankan tersebut. Bermacan-macam bisnis seseorang coba untuk memulai sebuah peluang usaha yang harapan menjadi besar seperti perusahaan-perusahaan yang telah maju di Indonesia.

Furniture Rotan

Mungkin beberapa orang tidak begitu memandang seberapa pentingnya bisnis, atau bahkan tidak ada yang percaya, tapi pada fakta yang sebenarnya, banyak orang ingin mencari lebih dalam lagi mengenai bisnis dan ingin mencoba untuk melakukan sebuah bisnis. Maka dari itu, kita sepatutnya untuk mengetahui seberapa besar kita punyai peluang, dan apa saja bisnis yang saat ini terbilang menjanjikan.

Sebelum itu, kenapa ktia disarankan untuk memilih peluang usaha dengan tepat? Hal itu dikarenakan jangka waktu yang cukup panjang untuk membangun bisnis tersebut menjadi lebih besar. Kita harus memilih bisnis sesuai kemampuan kita agar jika sudah lama waktu kita bisa tetap mengembangkannya sehingga tidak akan rugi waktu.

Untuk anda yang bingung memilih apa saja bisnis yang saat ini menjanjikan, mungkin beberapa bisnis pilihan ini bisa anda coba untuk menjalankannya :

Bisnis Retail atau Kelontongan
Walau dari mata memandang hanya terlihat seperti berjualan barang kecil, makanan ringan, dan lain-lain yang mungkin sepele, tapi siapa sangka jika keuntungan yang dihasilkan cukup memikat para peminat bisnis. Hal ini bisa anda buktikkan dengan mencoba pergi ke minimarket atau supermarket dan coba perhatikan barang yang ada di sana.

Disana, rata-rata para pemiliki market tersebut mendapatkan keuntungan 500 rupiah setiap 1 itemnya, dan mereka selalu menggunakan bermacam strategi seperti diskon awal bulan dan menawarkan produk-produk yang sering orang beli sehingga bayangkan saja jika setiap harinya terdapat 1000 orang yang pergi ke market tersebut dan bayangkan keuntungannya.

500.000 ribu perhari adalah sebuah penghasilan yang cukup menggiurkan untuk sebuah market. Sebelum anda mencoba membangun sebuah market anda bisa mencoba untuk membangun sebuah warung kecil yang menyediakan minuman, makanan ringan dan beberapa jenis santapan, setelah sudah cukup modal, anda bisa mencoba melangkah lebih maju dengan mencoba membangun sebuah market.

Bisnis Online
Mulai bosan dengan ranah offline? Cobalah untuk terjun ke ranah online. Tidak hanya bisnis yang terbilang menjanjikan tetapi disana anda bisa menemukan banyak sekali teman-teman yang terbilang sudah sukses menginjakkan kakinya pada ranah online dan anda bisa belajar lebih banyak pada salah satu orang tersebut dan dijadikan sebagai kawan seperjuangan.

Untuk memulainya, anda bisa mencoba membuka sebuah jasa, membuat blog lalu memperbanyak tayangan dan mendaftarkan ke adsense, youtube, dan masih banyak lagi. Peluang yang besar bisa anda dapatkan disana. Bayangkan saja seorang yang berhasil mendapatkan 1 juta perharinya atau bahkan lebih, apakah tidak memikat anda untuk mencoba terjun pada dunia internet yang serba mudah ini? Jangan takut rugi pula karena hal tersebut dapat menghambat kesuksesan anda.

Bisnis Furniture Rotan
Dan yang terakhir adalah bisnis Furniture Rotan yang sudah banyak sekali orang membukanya. Bisnis Furniture bisa dibedakan menjadi 2 bahan pokok yang berbeda, pertama berasal dari kayu dan yang keduanya berasal dari rotan. Keduanya memiliki peluang yang sama-sama menjanjikan sehingga bisa dijakikan sebagai bisnis utama anda.

Anda bisa bayangkan jika 1 item kursi sofa bisa dihargai dengan nominal hampir mencapai 10 juta karena kualitasnya yang sangat bagus dan fasilitas yang mumpuni pula. Namun, sangat disarankan juga untuk siap tenaga, waktu karena biasanya membuatnya tidak mudah dan membutuhkan sebuah keseriusan yang benar-benar kuat.

Iklan

Sukses Exportir Bisnis Rotan lewat Internet

Mengikuti kisah Tonton Taufik membangun bisnis rotan

 

Sukses Exportir Bisnis Rotan– Pada usia 26 tahun, Tonton Taufik menjadi calo mebel rotan. Meski begitu, keinginannya untuk jadi pengusaha tak pernah pupus. Akhirnya, keinginan Tonton itu terwujud melalui Rattanland Furniture.

Kunjungi Juga: – Jual Tikar Lampit Rotan
Kebanyakan orang ingin menjadi pengusaha ketimbang bekerja sebagai karyawan buat orang lain. Maklum saja, banyak pengusaha yang sukses di bidang mereka. Alhasil, gelimang harta pun gampang diraih. Siapa tidak ingin kehidupan seperti itu? Nah, satu dari sedikit orang yang mengguratkan kesuksesan usaha ini adalah Tonton taufik.
Kerja keras Tonton, yang bisa dibilang relatif singkat ini, sudah membuahkan hasil. Kini Tonton memiliki tiga usaha berbeda. Ada Rattanland, perusahaan membikin mebel rotan. Selain itu, ia punya perusahaan transportasi dengan nama Budi Surya dan satu pompa bensin umum di Cirebon.
Kalau mau dihitung, pendapatan Tonton saban bulan terbilang luar biasa. Dari Rattanland saja, ia bisa mencatat omzet Rp 900 juta-an sebulan. Setiap tahun, penghasilan Rattanland pun mengalami kenaikan hingga 50 %. Belum lagi dua perusahaan lain milik lelaki berumur 34 tahun ini.
Hanya, keberhasilan bisnis Tonton memang tidak terjadi dalam waktu semalam. Semua itu dimulai pada tahun 1999. Tonton, yang kala itu berusia 26 tahun, mengikuti seminar mengenai segmentasi pasar yang diadakan oleh Rhenald Kasali. Seminar ini, menurut Tonton, ternyata mendatangkan inspirasi bagi dirinya. ”saya mendapatkan ilham untuk berdagang rotan,” ujar Tonton.
Tonton yang saat itu haus akan pengetahuan tentang trik penjualan dan pemasaran rotan pun memutuskan untuk belajar. Selang beberapa bulan, bapak dua orang anak ini mengambil kursus di Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI). ”Di situ saya belajat tentang kontak bisnis melalui internet,” paparnya.
Merasa belum cukup, Tonton pun melanjutkan pelajaran tentang cara pembuatan website di Bandung. Baginya, belajar terus-menerus adalah dasar penting untuk membangun bisnis.

Sempat putus asa karena kena klaim besar

Inilah awal perjuangan usaha Tonton. Pada bulan Oktober 1999, ia mendirikan Rattanland Furniture. Modal yang dikeluarkannya untuk memulai usaha ini adalah satu buah komputer lengkap dengan fasilitas Internet. ”Modal awal saya kira-kira Rp 5 juta,” kata Tonton.
Tonton memanfaatkan modalnya untuk membuat website sendiri. Selama tiga bulan dia berkutat dengan komputer dan tidak keluar rumah atau bergaul dengan teman seusianya. Alhasil, ibu Tonton, Erna Ma’soem, kerap menegru dan memarahinya. Sang ayah, Ruchimat Samsudi, juga meragukan keberhasilan bisnis anaknya. ”Mereka sering bilang: masa cari uang lewat komputer sih?” ujar Tonton, sembari menirukan perkataan kedua orangtuanya.
Namun, keraguan orangtuanya itu terpatahkan. Pesanan dari luar negeri akhirnya mampir ke website Tonton:
Hanya, Tonton yang saat itu belum mengerti soal dokumen ekspor memilih untuk menjadi calo mebel rotan. Selama setahun, Tonton menjalankan pekerjaan sebagai calo, tapi ia tetap belajar mengenai produksi dan ekspor rotan. ”Saya belajar dari perusahaan eksportir rotan rekanan saya,” tutur suami Hilda D. Syafei ini sambil tertawa.
Nah, pada tahun 2000, Tonton memberanikan diri untuk terjun langsung sebagai eksportir. Tapi, langkah nekatnya tidak berjalan mulus.
Pertama kali mengirim produk ke luar negeri, ternyata konsumennya langsung mengajukan klaim. Pembeli Tonton itu menganggap kualitas mebel rotan buatannya buruk. Jadi, Tonton wajib mengganti setiap produk yang rusak. Kalim ini merupakan pukulan besar bagi Tonton. Mau tak mau, ia harus berhutang guna menutupi penggantian itu. ”Sedih sekali, rasanya ingin mundur dari bisnis ini,” kenang Tonton.
Walaupun sempat putus asa, Tonton tetap berusaha. Ia yakin bahwa masa depan cerah akan menanti bisnisnya. ”Jika saya tetap tekun berusaha, saya pasti mendapatkan berkah,” tandas Tonton. Doa Tonton pun terjawab. Pesanan sebanyak empat kontainer menghampiri Rattandland. Berkat pesanan itu, seluruh utang dan kerugian yang sebelumnya diderita Tonton bisa terbayar lunas. ”Wah, saya senang sekali. Semangat saya pun bertambah,” kata Tonton.
Tapi, Tonton masih mendapat pengalaman buruk lain. Ia pernah ditipu pembelinya dari Arab Saudi. Pasalnya, ”Waktu itu saya belum paham soal posisi tawar dalam masalah pembayaran,” ungkap pria yang gemar jogging ini.
Setelah kejadian itu, Tonton pun mewajibkan para konsumennya untuk melakukan pembayaran uang muka terlebih dahulu. ”Kalau ada uang muka, produk baru dikerjakan,” ucap lulusan Fakultas Teknik Universitas Parahyangan ini.
Biar sudah sukses, Tonton tak berhenti bermimpi. Obsesi Tonton yang terpendam adalah menaikkan jumlah kontainer untuk ekspor. ”Harapan saya, di tahun 2008, target ekspor bisa mencapai 30 kontainer per bulan,” katanya. Untuk mencapai target itu, Tonton tak segan-segan terus belajar mengenai rotan. Ia juga selalu mencoba hal baru, misalnya saja mengombinasikan rotan dengan pelepah pisang, rumput laut, abak dan enceng gondok untuk mebelnya. Tak lupa, menurut Tonton, ia harus mengikuti perkembangan desain dam kebutuhan pasar yang ada.
Selain itu, Tonton memberikan garansi. ”Berapa pun unit yang rusak, pasti saya ganti dan tidak dipungut biaya apa pun,” tandasnya dengan tegas.

Bisnis di Jari Tangan Tonton

Biarpun tidak punya gerai di luar negeri, tapi produk rotan Rattanland Furniture cukup kondang di benak penggemar mebel rotan mancanegara. Maklum saja, Tonton Taufik, pemilik Rattanland Furniture, memang mengandalkan pemasaran melalui internet. Bahkan, Tonton tetap setia mengandalkan gerai di dunia maya selama delapan tahun belakangan.
Pada tahun 1999, dengan bermodalkan jari tangan dan satu buah komoputer, Tonton mulai menjajakan mebel di dunia maya dengan kemampuannya sendiri membikin situs internet. ”Saya belum sanggup mem bayar pegawai. Jadi, saya kerjakan sendiri saja,” kenang Tonton.
Tidak tanggung-tanggung, Tonton juga langsung mendaftarkan website miliknya ke jaringan perdagangan dunia dan pencarian on-line (search engine). ”Kalau bekerja, kita harus maksimal. Tidak boleh setengah-setengah,” tandas bapak dua anak ini bangga. Maka, jangan heran jika Rattanland Furniture cukup terkenal di dunia.

Sekarang, ayah dari Fattan Habibi Rahman dan Keisha Iradati Rahmania ini tak pelu repot mencari pembeli. Pasalnya, pembeli datang sendiri dan pesanan demi pesanan pun mengalir melalui situsnya. Alhasil, Tonton bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan kedua buah hatinya. ”Ini kan bisa dilakukan di rumah, tidak perlu datang ke kantor,” imbuh Tonton. Jangan heran jika sang istri mendukung pekerjaan Tonton